Kamis, 26 Januari 2017

Pemanfaatan Teknologi Android dan Smartphone



Haiii kali ini saya akan membahas tentang Pemanfaatan Teknologi yang sudah pernah saya gunakan, dan bagaimana pemanfaatan yang saya lakukan? Nah skrg saya ingin membahas tentang Android dan Smartphone, Siapa sih yang tidak kenal dengan Android dan Smartphone? Pasti pada tau kan!! Yuk kita langsung bahas…


Android

Android merupakan OS (Operating System) berbasis Linux yang dirancang untuk perangkat seluler layar sentuh, seperti ponsel cerdas (smartphone) serta komputer tablet.


Pada tahun 2003 yang membuat dan mengembangkan Android hingga sepopuler saat ini adalah Andy Rubin, sayang Andy Rubin sekarang keluar dari Google dan mendirikan perusahaan inkubator yang bergerak dibidang teknologi hardware.



Kepopuleran Android dengan beragam nama jenis makanan manis (ice cream, jellybean, kitkat, lolipop) tersebut mengalahkan iOS dari Apple, symbian dan windows. Sehingga tak heran kemunculan android mempopulerkan nama ponsel cerdas atau Smartphone.


Dengan adanya Android sebagai andalan produk google, menjadikan manusia lebih mudah mengakses perangkat google dan aplikasi bermanfaat dan menarik hingga games di ponsel, serta memungkinkan terhubung dengan internet lebih cepat.

Saat Android muncul, saat itu pula ponsel cerdas menjamur diseluruh dunia dengan beragam jenis merek yang menawarkan ponsel OS android dari harga termurah hingga harga termahal sebanding dengan harga motor. Maka tak heran android sudah menjadi bagian dari kemudahan beraktivitas bagi manusia dikesehariannya, terutama dalam berkomunikasi lewat social media dan aplikasi lainnya yang bisa diakses pada Smartphone.

Smartphone

Smartphone merupakan ponsel cerdas yang dikaitkan dengan layarnya yang dapat disentuh, serta memberikan kemudahan bagi kita dalam berkomunikasi dengan orang lain ataupun mengerjakan tugas kantor lewat seperangkat ponsel dengan OS cerdas seperti Android, iOS apple hingga Windows.


Smartphone terasa berguna saat tersambung dengan internet yang menghubungkan aplikasi OS yang dipakai ponsel tersebut kemudian dipakai setiap orang dengan kegiatan hampir sama baik untuk chating di WA, BBM, Line, Main games, menggunakannya sebagai media mencatat kegiatan sehari-hari, ataupun untuk mendokumentasikan foto dan terpopuler saat ini selfi.

Setiap orang jika kita perhatikan, tak akan lepas dari smartphone yang dimilikinya, sebentar sebentar membuka hape hanya untuk membalas chat teman, keluarga, atau sekedar update status di twitter dan fb berupa tulisan kegiatan atau foto. Saat makan bareng temen, saat menunggu antrian atau sendirian, hampiur 24 jam menggunakan smartphone dikeseharian.


Maka tak heran autis dalam arti menyendiri dengan ponselnya, hingga saat berjalan menduduk mengotak-atik dan bahkan sampai kamar mandi sudah bukan hal yang tabu lagi.


Terlebih saat ini merek dagang ponsel populer seperti Apple, Samsung, LG, HTC, menawarkan produk yang selalu baru mulai dari layar sentuhnya, hingga desain dan bahan dari ponsel itu sendiri. Menambah menarik setiap orang untuk mengganti ponselnya setiap tahun atau setiap ada model terbaru. Terkadang harga menjadi nomor dua bagi sebagain orang yang kecanduan teknologi cerdas ponsel masa kini.


Sumber:

 
 


 

Sabtu, 12 November 2016

Teori Organisasi Umum 2 BAB 5 (Desain Dan Struktur Organisasi)




A. DIMENSI STRUKTUR ORGANISASI
Empat desain keputusan (pembagian kerja, pendelegasian kewenangan, pembagian departemen, dan rentang kendali) menghasilkan struktur organisasi, Para peneliti dan praktisi manajemen berusaha untuk mengembangan pemahaman mengenai hubungan antar struktur dan kinerja, sikap, keefektifan, dan variabel lainnya. Secara umum, gambaran mengenai struktur meliputi formalisasi, sentralisasi, dan kerumitan.

1.Formalisasi
Formalisasi mengacu derajat dimana segala harapan mengenai cara dan tujuan pekerjaan dirumuskan, ditulis dan diberlakukan. Suatu organisasi yang sangat formal, akan memuat prosedur dan aturan yang ketat dalam setiap kegiatan / pekerjaan di dalam organisasi. Dengan demikian, semakin formal suatu organisasi, maka semakin ketat pula aturan dan prosedur kerja. Formalisasi merupakan hasil dari spesialisasi kerja yang tinggi, pendelegasian kewenangan yang tinggi, pembagian departemen berdasarkan fungsi, dan luasnya rentang kendali.

2.Sentralisasi
Sentralisasi merupakan dimensi struktur organisasi yang mengacu pada derajat dimana kewenangan untuk mengambil keputusan dikuasai oleh manajemen puncak. Hubungan sentralisasi dengan empat desain keputusan adalah sebagai berikut : Semakin tinggi spesialisasi kerja, semakin besar sentralisasi, Semakin sedikit kewenangan yang didelegasikan, semakin besar sentralisasi, Semakin besar penggunaan departemen berdasarkan fungsi, semakin besar sentralisasi, Semakin luas rentang kendali, semakin besar sentralisasi.

3.Kerumitan
Kerumitan (complexity) adalah suatu struktur organisasi yang mengacu pada jumlah pekerjaan atau unit yang berbeda dalam organisasi.

B. DEPARTEMENTALISASI
Departementalisasi adalah proses penentuan cara bagaimana kegiatan yang dikelompokkan. Beberapa bentuk departementalisasi sebagai berikut :
1. Fungsi
2. Produk atau jasa
3. Wilayah
4. Langganan
5. Proses atau peralatan
6. Waktu
7. Pelayanan
8. Alpa-numeral
9. Proyek atau matriks

Departementalisasi fungsional mengelompokkan fungsi – fungsi yang sama atau kegiatan – kegiatan sejenis untuk membentuk suatu satuan organisasi. Organisasi fungsional ini barangkali merupakan bentuk yang paling umum dan bentuk dasar departementalisasi. Kebaikan utama pendekatan fungsional adalah bahwa pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi- funsi utama, menciptakan efisiensi melalui spesialisasi, memusatkan keahlian organisasi dan memungkinkan pegawai manajemen kepuncak lebih ketat terhadap fungsi-fungsi.
Pendekatan fungsional mempunyai berbagi kelemahan. struktur fungsional dapat menciptakan konflik antar fungsi-fungsi, menyebabkan kemacetan-kemacetan pelaksanaan tugas yang berurutan pada kepentingan tugas-tugasnya, dan menyebabkan para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inofatif.

Departementalisasi Divisional : Organisasi Divisional dapat mengikuti pembagian divisi-divisi atas dasar produk, wilayah (geografis), langganan, dan proses atau peralatan. Struktur organisasi divisional atas dasar produk. setiap departemen bertanggung jawab atas suatu produk atau sekumpulan produk yang berhubungan (garis produk).

Divisionalisasi produk adalah pola logika yang dapat diikuti bila jenis-jenis produk mempunyai teknologi pemrosesan dan metode-metode pemasaran yang sangat berbeda satu dengan yang lain dalam organisasi. Sturktur organisasi divisional atas dasar wilayah. Departementalisasi wilayah , kadang-kadang juga disebut depertementalisasi daerah , regional atau geografis , adalah pengelompokkan kegiatan-kegiatan menurut tempat dimana operasi berlokasi atau dimana satuan-satuan organisasi menjalankan usahanya.

C. MODEL-MODEL DESAIN ORGANISASI
Pada penerapannya, model desain orgranisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi orgranik.
1.      Desain Organisasi Mekanistik.
Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

2.      Desain Orgranisasi Orgranik.
Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, bai atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
Proses kendali menyeber ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub untit di dalamnya.

D.IMPLIKASI MANAJERIAL DESAIN DAN STRUKTUR ORGANISASI
Dapat menghasilkan struktur atau susunan yang berkualitas didalam suatu organisasi, karena ada teori yang mengatakan posisi adalah kualitas maka setiap orang yang menempati posisi yang ia kuasai dalam suatu organisasi akan menghasilkan kontribusi besar dalam suatu organisasi tersebut. itulah alasan mengapa diperlukan implikasi manajerial desain dan struktur organisasi.

Referensi: